PWMU

Jika Ranting Ingin Unggul Gerakkan AMM

Uzlifah dan Nugraha Hadi Kusuma saat mengisi Darul Arqam AMM Dengok Paciran.

PWMU.CO-Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) merupakan motor untuk menjadikan Pimpinan Ranting Muhammadiyah-Aisyiyah unggul. Karena itu setiap ranting harus memperhatikan anak-anak mudanya.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Cabang
dan Ranting (LPCR) PWM Jawa Timur Nugraha Hadi Kusuma pada Darul Arqam Angkatan
Muda Muhammadiyah Dengok Paciran Lamongan, Jumat (18/10/2019).

Nugraha menjelaskan, banyak hal yang bisa dilakukan dengan
mendirikan berbagai macam amal usaha untuk memajukan ranting. “Amal usaha tidak
harus pendidikan dan kesehatan. Bisa yang lain, misalnya, catering, guest
house, rumah kos, perkebunan dan masih banyak lagi,” jelasnya.

Menurut Nugraha, karena AMM menjadi salah satu motor
penggerak ranting untuk itu semua jajaran pimpinan ranting Muhammadiyah maupun
Aisyiyah memperhatikan kader muda. Libatkan mereka dalam setiap kegiatan dan
mendukung serta memfasilitasi program mereka.

Dia melihat, PRM Dengok yang sudah mempunyai potensi hendaknya
memberikan perhatian lebih  pada  AMM. ”Begitu juga AMM jangan biarkan ayah dan
ibu kita ini bergerak sendiri,” ujarnya.

Sementara Ketua Majelis Pembinaan Kader PDA Kota Malang
Uzlifah menyampaikan, salah satu indikator ranting itu hidup apabila organisasi
otonom hidup.

Ada empat hal yang harus dilakukan oleh seorang pimpinan
untuk menghidupkan organisasi. Yaitu lead, bisa memimpin, influence bisa
memengaruhi, guidance,  membimbing dan
direct bisa memerintah.

Dia juga menyebutkan pemimpin juga harus selaras dengan
keputusan organisasi. Karena itu ada 7 cerminan 
komitmen pimpinan Muhammadiyah. Yaitu mengikatkan diri pada paham agama
dan Muhammadiyah secara utuh, mengembangkan wawasan, taat pada keputusan
organisasi, musyawarah dan ukhuwah, menjadi pelaku gerakan yang amanah,
berkiprah untuk memajukan Muhammadiyah, bangsa dan dunia serta memperkokoh
sistem gerakan dan tidak poligami ideologi.

”Menjalankan amanah Muhammadiyah itu harus total tidak bisa
dijadikan sambilan apalagi  mendua,”
tandasnya. (*)

Tulisan…    Editor Sugeng Purwanto

Powered by WPeMatico

Show More

Related Articles

Close