Karanganyar

Spirit Al-Ma’un Kembali Menggugah Muhammadiyah Karanganyar Dengan Tambahan Dua Mobil Layanan Umat

Karanganyar, Senin(26/08/2019) – Selalu ada launching mobil Layanan Umat Lazismu PDM Karanganyar setiap kali menggelar rakor, sehingga bukan menjadi kejutan lagi. Rapar Koordinasi Triwulan Putaran ke-9 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar periode Muktamar ke-47 dilaksanakan, Sabtu (24/08) bertempat di SMP Muhammadiyah 3 Karanganyar di PCM Karangpandan.

Rakor yang mengangkat tema “Spirit Al-Ma’un : Visi Tanggap Bencana Muhammadiyah di Era Kekinian” sekaligus melakukan launching dua unit mobil layanan umat Lazismu PCM Karangpandan dan PCM Ngargoyoso. “Total suah delapan belas mobil layanan umat Lazismu yang kita miliki untuk melayani umat baik yang hidup maupun yang sudah mati”. Kata Muh. Samsuri, Ketua PDM Karanganyar didampingi Ketua LPB PP Muhammadiyah dan Ketua Lazismu PDM.

Selain sudah adanya pedoman dari pusat melalui Majelis Tarjih no. 29/2015 tentang Fikih Bencana sebagai penjabaran kesadaran tauhid, ketua PDM Karanganyar juga berharap adanya best practise penanganan bencana pada pra, saat dan pasca bencana yang selama ini dilakukan oleh Lembagapa Penanggulangan Bencana (LPB) dan unsur-unsur lain di persyarikatan. “Sinergi antar lembaga ini tentu sangat penting, selain dipusat di Karanganyar pun sudah difasilitasi dengan pembentukan MDMC sebagai SARnya Muhammadiyah juga penetapan Rumah Sakit PKU Muhammdiyah Karanganyar sebagai Rumah Sakit Tanggab Bencana beserta timnya”. Tambah Muhammad Samsuri dalam sambutannya.

Dalam pembinaan kepada sekitar dua ribu warga Muhammadiyah Karanganyar yang hadir pada Rakor Triwulan Putara ke-9, ketua LPB PP Muhammadiyah Budi Setiawan menggugah kembali memori masa-masa awal sang founding father Muhammadiyah Kyai Ahmad Dahlan dalam menancapkan spirit Al-Ma’un hingga berkembang saat ini.

“Sebelum Indonesia merdeka, Muhammadiyah suah berperan banyak termasuk dalam bidang sosial (Baca : penanganan bencana) semisal pendirian  PKO (Penolong Kesengsaran Oemoem) sebagai respon dan implementasi mengkaji QS Al Ma’un, tidak sekedar membaca dan menghafal tetapi Kyai Dahlan mendorong pengamalan isi Al Qur’an.” Kata Budi Setiawan.

Menurut Budi Setiawan dijaman yang semakin kompleks ini penanganan bencana harus secara kenseptual, terstruktur dan terintegrasi  baik pra, saat dan pasca bencana. “Jangan salah, memabantu warga terdampak bencana itu harus sesuai kebutuhan dilapangan jangan salah yang akibatnya tidak bisa maksimal. Harus dimulai dari assesment terlebih dahulu, baru penanganan dan selanjutnya recovery(MPI PDM Kra-JOe).

Powered by WPeMatico

Show More

Related Articles

Close