PWMU

Kesaksian Seorang Guru ketika Terjadi Ledakan Tangis di Purnawidya #10 SDMM

Tangisan meledak saat sang anak meluk ibunya. (Siti Mariyanto/PWMU.CO)

PWMU.CO – Terharu dan bangga. Itu yang saya rasakan setiap acara pelepasan siswa kelas VI SDMM. Seperti juga dalam Purnawidya Angkatan #10 Generasi Inspiratif SD Muhammadiyah Manyar Gresik (SDMM) yang berlangsung di Convention Hall Gedung Graha Sarana PT Petrokimia Gresik, Sabtu (22/6/19).

Yang membuat saya menangis terharu dalam acara bertema “Spreading Joy, Chase Your Dreams” ini, adalah ketika mendengar lagu Surat Cinta untuk Starla yang digubah liriknya dengan judul Surat Cinta untuk Guru.

Kutuliskan sebuah kenangan tentang aku, guru, dan kawanku tentang apa yang membuatku sudah bersyukur atas semua ini …

Sepenggal lirik yang dinyanyikan dua siswa kelas VI itu terdengar langsung membuat saya terharu. Tapi saya juga bangga atas penampilan keduanya: Elfreda Dinoto Dhiyaulhaq, siswa kelas VI Faqih Usman, dan Tsaabitah Khanifah Azzahra siswa kelas VI Ahmad Dahlan.

Tak heran di tengah suasana haru itu, terdengar tepuk tangan yang riuh saat keduanya bernyanyi di tengah hadirin. Saya sendiri berdecak kagum. Ternyata mereka berdua bisa bernyanyi.

Bita—panggilan Tsabitaah Khanifa Azzahra— tergolong siswa pendiam dan pemalu. Tapi saat di panggung dia mampu memukau undangan, termasuk Prima Ari Rosyida, guru kelas VI Bita. “Kaget saya saat tahu ia nyanyi padahal anaknya itu pendiam dan pemalu,” ungkap wanita asli Bojonegoro itu.

Sri Isna Wardhani, salah satu Pembina Ekstrakurikuler Bina Vokalia SDM menjelaskan keduanya bisa tampil setelah melalui proses seleksi. “Yang sulit mencari yang laki-laki karena sedikit yang berani nyanyi,” jelas Ustadzah Isna, panggilan akrabnya.

Di tengah keduanya bernyanyi, tujuh siswa membawa buket bunga. Yaitu Balqis Tsalatsa Mutiara Murni Jala Putri, Kalila Fayza, Khansa Silva Aulia, Ahmad Ghazi Prayogi, Muhammad Rafif Ilham, Muhammad Rakha Ervinpermana Putra, dan Rama Nuva’u Ubaidillah Darmawan.

Mereka ingin memberikan kejutan persembahan untuk guru kelas VI dan kepala sekolah. Saat lagu Surat Cinta untuk Guru berakhir ketujuh siswa itu bergegas menjemput dan mengajak naik ke panggung guru mereka: Prima Ari Rosyida, Nur Asiyah, Syafa’tul Ilmiah, Naharun Mubarok, Rudi Purnawan, M.Fadloli Aziz, dan Kepala Sekolah Ahmad Faizun. Dengan lampu yang meredup semakin menambah suasana haru malam itu.

Pemberian buket bunga dan kenang-kenangan kepada guru kelas VI dan kepala sekolah (Siti Mariyanti/PWMU.CO)

Tidak hanya itu yang membuat saya terharu. Ketika penayangan foto keluarga siswa kelas VI yang diiringi lagu Ibu yang dinyanyikan Amalya Tristiyaningrum, siswa kelas VI Mas Mansur, mata saya kembali berkaca-kaca. Hati saya pun merinding.

Apalagi saat para purnawidyawan dan purnawidyawati menghambur, mendekap para ibundanya dengan memberikan setangkai bunga mawar. Sambil memeluk, mereka meminta maaf. Derai airmata meledak tak terbendung di antara ibu dan anak.

“Terharu saya sampai nangis-nangis tadi. Harapan saya semoga menjadi anak yang shalihah dan patuh kepada orang tua,” kata Nur Tyas Oktavia Hanisahm ibunda Chelsea Putri Sofia Ningrum, saat ditanya kesan dan harapan kepada anaknya yang sudah diterima di SMP Muhammadiyah 12 GKB itu.

Kesan terharu juga disampaikan Zalfaa Khairina Nafisha siswa kelas VI Mas Mansur. “Saat berikan bunga aku merinding sampai menangis karena perjuangan USBN-ku berhasil,” jelas penerima penghargaan juara II di jenjangnya. “Aku ingin di SMP besok jadi anak yang bisa bermanfaat bagi orang lain seperti ikut OSIS,” tambah siswa yang sudah diterima di SMPN 1 Gresik ini.

Memang persembahan dalam Purnawidya inilah yang selalu menjadi misteri setiap tahunnya. Hanya tim kreatiflah yang tahu. Selamat jalan anakku semoga bisa tercapai cita-citamu! (Siti Mariyanti)

Powered by WPeMatico

Show More

Related Articles

Close