PWMU

Guru Muhammadiyah Ini Menikah, Resepsinya bak Rapat Persyarikatan

Ustadz Ainur Rochim (Ani Ummu Aida/PWMU.CO)

PWMU.CO – Keluarga besar SD Muhammadiyah 1 Wringinanom berbahagia lagi. Setelah sepekan yang lalu salah satu guru, Kiki Cahya Muslimah SPdI, melepas masa lajangnya, kini giliran Nur Fadliyah Fidinillah (25) yang dipersunting perjaka dari Mojokerto, Aliyuddin (27).

Proses akad nikah dilaksanakan pada Jumat (2/11/18) pukul 09.00 di Masjid Al Ikhlas, sebuahn amal usaha Muhammadiyah Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sumbersuko, Kecamatan Wringinanom. Qodim Wibowo sebagai orangtua sekaligus wali nikah mewakilkan proses akad nikah kepada penghulu.

Dari beberapa orang yang jadi saksi ada satu nama yang mencuri perhatian yaitu Hasanuddin, yang ternyata adalah saudara kembar Aliyuddin. Sampai Qodim bilang ke anaknya. “Awas kliru Nur!” candanya yang disambut tawa oleh para saksi yang hadir.

Malam harinya dilaksanakan walimatul ‘ursh dengan mengundang para tetangga. Uniknya, acara resepsi ini seperti sebuah rapat Persyarikatan. Sebab, peran-peran penting dalam acara itu dilakoni oleh tokoh-tokoh Muhammadiyah setempat.

Bertindak sebagai MC alias pembawa acara adalah Sukandar, Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wringinanom. Lalu ada Ketua Majelis Dikdasmen PCM Wringinanom Heri Siswanto SHI yang jadi qari atau pembaca ayat-ayat Alquran.

Sedangkan Wakil Ketua Majelis Tabligh PCM Wringiananom Ainur Rochim menjadi pemberi tausiah walimatul ursy. Dalam nasehatnya Ainur berpesan, jika ada yang menikah maka tetangga wajib mendoakan agar yang bersangkutan senantiasa mendapatkan keberkahan dalam kebaikan maupun ujian. “Karena keberkahan sesungguhnya adalah bertambah kebaikan,” tuturnya.

Mempelai yang didampingi saudara kembar (kanan). (Ani Ummu Aida/PWMU.CO)

Khusus kepada mempelai dia mengingatkan hidup dalam berumah tangga itu seperti buah-buahan. Bisa seperti kedondong. Dilihat dari luar menyenangkan tapi siapa tahu, ternyata berserabut dan tidak menyenangkan sebagai analog rumah tangga yang bermasalah.

“Ada juga yang seperti tewel alias nangka muda. Dilihat dari luar penuh duri dan dalamnya pun bergetah. Ini sebagai analog rumah tangga yang tidak ada tenteramnya,” ujar mubaligh yang biasa mengisi pembinaan spiritual di SD Muhammadiyah 1 Wringinanom.

Ainur juga menganalogkan rumah tangga kadang seperti rambutan. “Tampak dari luar biasa-biasa saja tapi siapa yang nyana (menyangka) ternyata sangat manis di dalam. Ini tipe keluarga harmonis di dalam,” ujarnya.

Yang terakhir, urainya, rumah tangga ada yang seperti pisang raja. “Dipandang tampilannya menyenangkan dan isi buahnya nikmat, sebagai analogi keluarga yang harmonis luar-dalam,” ungkapnya.

Ainur juga menyampaikan
pengantin baru itu seperti akan mengarungi samudra yang luas. “Harus siap dengan segala kondisi,” ujarnya sambil berpesan tentang dua hal yang harus  ditanamkan dalam rumah tangga.

Yaitu dasar iman dan takwa dalam  membentuk keluarga barakah. “Kedua
sinari rumah dengan bacaan Alquran dan menegakkan shalat sunah,” tutur dia.

Mendengar pesan-pesan itu mempelai perempuan yang aktif di Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Wringinanom itu tampak manggut-manggut.

Selamat, semoga sakinah mawaddah wa rahmah! (Ani Ummu Aida).

Powered by WPeMatico

Show More

Related Articles

Close